Ritase Academy

Supir Truk

Supir Truk, Pahlawan Logistik Yang Sering Terlupakan

Bagi sebagian orang profil supir truk masih dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai bukan pekerjaan bergengsi. Ada yang luput dari penilaian, pengemudi truk memegang peran vital dalam mengantarkan berbagai barang, dari barang bersifat primer hingga barang yang sifatnya menjadi penggembira seperti paket hadiah atau aksesoris pendukung penampilan.

Peran para pengemudi truk ternyata mulia. Data dari lembaga riset dan survei Supply Chain Indonesia menunjukan sektor logistik, di mana supir truk menjadi tulang punggung, menyumbang Rp 797.3 triliun atau sekitar 5.73 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia. Hasil riset Supply Chain Indonesia menunjukan bahwa 91 persen distribusi barang di Indonesia menggunakan moda transportasi darat atau trucking.

Artinya, hampir semua barang, makanan dan berbagai perlengkapan lain bisa sampai ditangan kita berkat peran para pahlawan logistik, para pengemudi truk.

Tantangan Menjadi Seorang Supir Truk

Menjadi seorang supir truk tidaklah mudah. Sebagai supir truk, Anda dituntut untuk bisa mengendarai kendaraan dengan dimensi yang besar serta menempuh jarak yang tidaklah dekat. Bahkan, beberapa supir truk harus berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya untuk mencapai tempat tujuan dengan memakan waktu berhari-hari lamanya. Tapi, tak berhenti disitu, masih ada banyak tantangan lainnya yang dihadapi oleh seorang supir truk. Inilah dia beberapa diantaranya :

- Memilih Jalur yang Tepat​

Seorang supir dituntut untuk memilih jalur yang tepat agar bisa sampai tempat tujuan tepat waktu. Pemilihan jalur tol atau jalur arteri sangat menentukan biaya yang dikeluarkan oleh para supir truk. Maka dari itu, seorang supir truk dituntut agar bisa menghadapi tantangan dalam memilih jalur yang tepat agar dapat menyesuaikan anggaran yang didapat dan waktu tempuhnya.

- Memperhatikan Bobot Muatan

Para supir juga dituntut untuk memperhatikan bobot muatan yang dibawanya. Truk dengan muatan berlebih dapat membahayakan pengemudi serta pengguna jalan yang lain. Hal ini jelas melanggar peraturan karena dianggap Over Dimension dan Over Load (ODOL) oleh Kementerian Perhubungan. Selain berbahaya, truk dengan muatan berlebih juga membawa dampak negatif yaitu kerusakan jalan yang lebih cepat, penyebab kemacetan lalu lintas, serta polusi berlebih.

Maka dari itu penting bagi supir truk untuk memeriksa bobot muatan sebelum berangkat mengantar barang.

- Dikejar Waktu dan Hambatan di Jalanan

Tidak hanya menempuh jarak yang jauh, para supir juga diharuskan untuk mencapai tempat tujuan dalam waktu yang telah ditentukan. Hal ini tentu jadi tantangan besar, mengingat membawa muatan besar dalam waktu singkat bukanlah hal yang mudah. Tak jarang pula para supir truk mendapatkan hambatan yang membuat mereka terlambat sampai tujuan. Salah satunya yakni kondisi jalanan yang macet yang dapat mengakibatkan peningkatan biaya perjalanan karena konsumsi bahan bakar yang lebih banyak.

- Waktu Bertemu dengan Keluarga

Durasi yang panjang dalam pengantaran sudah biasa dihadapi supir truk, sehingga mereka harus tetap menjaga fisik dan mental serta fokus di setiap situasi, layaknya seorang pejuang. 

“Saya pernah melakukan perjalanan sampai 1 bulan lamanya, mengantar barang dari Cikarang sampai Papua lalu kembali,” cerita Dede Kurniawan.

“Saat pandemi seperti sekarang ini saya bertemu dengan istri dan anak pertiga bulan sekali, karena hidup saya di atas roda untuk menafkahi seorang anak istri berikut orang tua saya,” cerita Asep Mulyana.

Seringkali terlupakan oleh kita, pahlawan sebenarnya adalah orang-orang di sekeliling kita seperti para supir truk yang banting tulang memenuhi kebutuhan kita sehari-hari tanpa terlihat namun jasanya luar biasa besar untuk ekonomi Indonesia.

Share article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Leave A Reply

Your email address will not be published.